Pesantren Modern Daar El-Istiqomah, Serang: Cetak Juru Dakwah Mumpuni
Selasa, 18 Maret 2008
Ditunjang penerapan kurikulum Pondok Pesantren Modern Gontor, lulusan pesantren ini diharapkan mampu menjadi juru dakwah yang handal untuk berbagai lapisan masyarakat.
Pondok Pesantren Modern Daar El-Istiqomah (PPMDI) di Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten ini menempati lahan 1,3 hektar di pinggir jalan tol Merak – Tangerang. Letaknya yang agak masuk ke dalam, pesantren yang berdekatan dengan Gerbang Tol Serang Timur ini akan lebih mudah dicapai dengan menggunakan jasa tukang ojek.
Meski berada di Kota Serang, posisi pesantren yang dipimpin Drs H Sulaeman Ma’ruf ini tidak bersentuhan langsung dengan hiruk pikuk keramaian Kota Serang. Menjadikan proses belajar mengajar yang diikuti para santri di PPMDI relatif tenang. Terlebih lingkungan sekitar pesantren masih kental dengan nuansa persawahan.
Saat ini jumlah santri yang menimba ilmu di PPMDI mencapai 200 orang. Para santri ini berasal dari berbagai daerah mulai dari kawasan Banten(Serang, Cilegon, Pandeglang, Labuan, dan Tangerang), Jakarta, Jawa Barat (Karawang dan sekitarnya) hingga dari luar pulau seperti Sumatera dan Irian Jaya.
Sistem asrama, mewajibkan santri tinggal berada di dalam lingkungan asrama PPMDI. Meski ada santri yang berasal dari lingkungan sekitar, mereka tetap harus berada di dalam asrama. Layaknya pesantren pada umumnya, asrama santri putri terpisah dari santri putra. Pemisahan ini juga terus berlangsung selama proses kegiatan belajar mengajar hingga kegiatan ekstrakurikuler. Meski dalam lokasi dan kegiatan yang sama sama, santtri putra dan putri tidak bisa berbaur.
Menginduk ke Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, kurikulum yang digunakan PPMDI mengacu pada kurikulum pesantren induk. Sistem kelas dan pemakaian tiga bahasa dalam aktivitas sehari-hari menjadi pembeda antara pesantren tradisional dengan jenis pesantren modern seperti ini.
Saat ini PPMDI menyelenggarakan pendidikan dari tingkat TK/TPA, Madrasah Ibtidaiyah/ Diniyah, Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah. Penggunaan bahasa setiap minggu sekali berbeda. Seminggu memakai bahasa inggris, minggu berikutnya memakai bahasa arab.
Hampir selama 24 jam, para santri aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Jam 04.00 wib para santri sudah bangun untuk persiapan sholat subuh. Usai sholat subuh, para santri mengikuti kegiatan pengayaan kosakata hingga jam 06.00 wib. Usai kegiatan pengayaan kosakata, para santri bersiap hingga masuk sekolah pukul 07.00 wib sampai 12.15.wib.
Kegiatan di sore hari dimuali pukul 14.00 hingga 15.00 untuk tambahan pelajaran bahasa inggris dan bahasa arab. Usai sholat Ashar, dilanjutkan lagi dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti marching band, marawis, qasidah, kaligrafi dan sebagainya. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 17.30. Usai sholat maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama hingga isya’. Selanjutnya para santri belajar di kelas atau di masjid hingga pukul 22.00 wib untuk perispan sekolah besok.
Untuk menciptakan santri-santri yang ulung dalam berorasi, dalam sepekan ada tiga kali pelajaran dan praktek pidato. Pada hari Minggu malam, pidato menggunakan bahasa Inggris, hari Kamis siang pidato bahasa arab dan Kamis malam pidato bahasa arab. Beragam prestasi telah diraih para santri dsari kegiatan belajar mengajar yang hampir 24 jam ini.
Awal Berdiri
Cikal bakal berdirinya PPMDI merupakan perkembangan dari sebuah pengajian keliling. Syam’iah Suchaemi merupakan seorang pengajr privat Alquran dari rumah ke rumah. Aktivitas yang dimulai pada 1984 ini, dari pengajian keliling terus berkembang seiring semakin banyaknya keluarga yang ingin belajar Alquran.
Meningkatnya permintaan masyarakat tersebut tidak seluruhnya tertangani. Atas saran beberapa tokoh agama serta restu dan dukungan sang suami, Mohamad Masdani, akhirnya bentuk pengajian dialihkan dari privat menjadi bentuk umum. Dari bentuk guru datang ke rumah murid menjadi murid yang mendatangi guru.
Pengajian pertama diadakan di rumah Mohamad Masdani dengan pembimbing empat orang ulama yaitu Syam’iah Suchaemi, Mohamad Masdani, Drs Sulaeman Ma’ruf, dan Syamsul Ma’arif. Meski baru pertama kalinya, peserta pengajian ini melimpah hingga mencapai lebih dari 100 orang mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa hjadir dalam pengajian yang pertamakali digelar tersebut.
Berbeda dengan bentuk privat yang banyak mengajarkan tajwid, privat Al-Quran, materi pengajian umum semakin luas. Pada pengajianumum materi aqidah dan akhlak, fiqih dan ibadah turut disampaikan. Bahkan dalam pengajian ini juga ada latihan pidato yang dilaksanakan usai sholat Maghrib hingga pukul 21.00 wib.
Setelah berjalan hampir dua tahun, pada saat silaturahmi Idul Fitri 18 Juni 1986 (10 Syawal 1406 H), Abdul Ghani yang juga tokoh masyarakat setempat mengusulkan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan pesantren di tempat pengajian itu sekaligus mendaulat saya sebagai pimpinannya, ujar Sulaeman.
Dengan dorongan Abdul Ghani dan Mohamad Masdani (alm) akhirnya Sulaeman Ma’ruf menyatakan siap. Dukungan juga datang dari Siradj Halim, Lurah Kelurahan Penancangan saat itu dan Dr H Baihaqi AK, Dekan Fakultas Syari’ah IAIN SMH Serang saat itu, serta masyarakat yang hadir dalam silaturahmi dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw pada 1987 di rumah Mohamad Masdani.(ass)
TIPS UJIAN NASIONAL 2009
1. BELAJAR LEBIH GIAT
Belajar tidak hanya membaca, kerjakan soal-soal latihan UN lebih Spesifik sesuai kisi-kisi yang diberikan sekolah. Lakukan sesering mungkin hingga paham semua jenis dan variasi soal.
2. DISKUSI DENGAN ORANG LAIN
Diskusikan dengan teman anda setiap kesulitan atau persoalan yang belum anda pahami dan jangan lupa selalu meminta bimbingan dan petunjuk guru.
3. MILIKI GAMBARAN YANG JELAS
Milikilah gambaran tentang ujian nasional karena dengan itu anda akan dapat menetukan target dan langkah terbaik. Miliki gambaran tentang kapan UN dilaksanakan, standard an kreteria kelulusan, jumlah soal, waktu mengerjakaqn soal, jadwal mata pelajaran UN dan lain-lain. Tentukan target perolehan nilai anda dengan jelas dan lakukan dengan penuh komitmen untuk memperolehnya.
4. MINTALAH DO’A RESTU ORANG TUA, GURU DAN ORANG LAIN
Kekuatan do’a orangtua, guru dan orang lain yang membantu kita akan menjadi dorongan semangat, motivasi yang mampuh membuka sekat-sekat kesulitan dan hambatan. Kenapa? Karena ketika jalan lahiriyah/logika sudah tidak mampuh lagi “membuka sekat-sekat kesulitan itu maka kekuatan batiniah (do’a) akan mampuh menhancurkannya.(*)